Selasa, 04 Juni 2013

EDSM



ANALISA HASIL EDSM MANUAL
SDN TEGALHARJO NO. 187 SURAKARTA

1.     Standar Isi
Gambar 1. Standar isi
Keterangan :
1.1.    Kurikulum sudah sesuai dan relevan
1.1.1. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.
1.1.2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran
1.1.3. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa
1.2.    Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
1.2.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
1.2.2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa  :
SDN Tegalharjo menunjukkan hasil yang bik diantaranya pada omponen Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran ( 1.1.2), komponen kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa (1.1.3) dan komponen kegiatan ekstrakurikuler,menyediakan kegiatan ekstrakurikuler seperti KARATE, Seni Tari, Futsal, dan Komputer untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik (1.2.2) yang mana masih perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan komponen tersebut,  maka :
Sekolah kami perlu memberikan materi Pendidikan karakter pada siswa yang lebih meningkatkan pembentukan jiwa yang berkarakter
Sekolah kami akan melaksanakan remidi dan pengayaan sesuai dengan program pembelajaran yang sudah dikembangkan dengan pendidikan karakter.
Sekolah kami akan menyusun program kegiatan ekstra kurikuler dengan mengidentifikasi bakat dan minat peserta didik.
Sekolah kami akan membuat lembar penilaian harian dan guru akan membuat laporan kegiatan harian sebagai bukti fisik.

Namun masih ada beberapa kmponen yang masih berada di bawah standar SNP yang diantaranya : Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. (1.1.1) dan Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik( 1.2.1)
Sekolah kami akan melaksanakan penyusunan kurikulum dengan melibatkan Kepala Sekolah, Pendidik, Komite Sekolah, Ahli Pendidikan/Ahli Materi, dan Dinas Pendidikan.

Sekolah kami akan melaksanakan dan mengembangkan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pengembangan kurikulum.

Sekolah kami akan mensosialisasikan kurikulum setahun sekali kepada semua pemangku kepentingan sekolah dan siswa.

Sekolah kami akan berusaha memiliki program layanan konseling bagi peserta didik.
Sekolah kami akan meningkatkan layanan bimbingan konseling kepada peserta didik.

2.     Standar Proses

Gambar 2. Standar proses
Keterangan :
2.1.    Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar
2.1.1. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP
2.1.2. Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok
2.2.    RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebu-tuhan peserta didik
2.2.1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran
2.2.2. RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik
2.3.    Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat
2.3.1. Siswa dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan mudah
2.3.2. Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik
2.4.    Pembelajaran  dilaksanakan dengan mengguna-kan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik
2.4.1. Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup
2.4.2. Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi
2.5.    Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan
2.5.1. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
2.5.2. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas

Berdasarkan gambar 2 dapat dilihat bahwa :
SDN Tegalharjo No. 187 Jebres Surakarta telah menunjukkan hasil yang baik. SDN Tegalharjo No. 187  telah mencapai hasil yang baik pada komponen  silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP (2.1.1), Komponen RPP memperhatikanperbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik (2.2.2), komponen siswa dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan mudah (2.3.1), komponen  para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup (2.4.1) komponen supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran (2.5.1) dan komponen supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas (2.5.2).  Untuk meningkatkan komponen tersebut maka SD N Tegalharjo perlu melakukan :
Kepala sekolah perlu memotivasi dan memfasilitasi guru untuk menyusun silabus.
Kepala sekolah perlu mengadakan workshop penyusunan silabus.
Kepala sekolah perlu memotivasi guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM.
Sekolah perlu memfasilitasi sarana perpustakaan agar pelayanan perpustakaan lebih nyaman bagi siswa.
Kepala sekolah perlu mengadakan bimbingan pembelajaran bagi guru yang belum mampu menerapkan PAKEM dalam pembelajaran.
Kepala sekolah perlu melakukan supervise yang bervariatif, misalnya dilakukan dengan cara : pemberian contoh mengajar, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
Kepala sekolah perlu melaksanakan supervise secara rutin dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Pengawas sekolah perlu mengadakan kunjungan kelas pada saat supervise dan evaluasi pembelajaran.
Kepala sekolah dan pengawas perlu melibatkan peserta didik dalam kegiatan supervise dan evaluasi pembelajaran.

Namun terdapat beberapa komponen yang menjadi catatan bagi sekolah diantaranya adalah Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok (2.1.2), Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran (2.2.1), Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik (2.3.2), dan Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi (2.4.2) sehingg sekolah perlu :
Sekolah kami perlu memfasilitasi guru untuk menyusun silabus secara mandiri baik melalui bimbingan kepala sekolah maupun workshop penyusunan silabus.
Kepala sekolah perlu mengadakan workshop penyusunan silabus.
Kepala sekolah memotivasi guru untuk merancang RPP dalam 1 (satu) kali pertemuan.
Kepala sekolah perlu membimbing guru dalam penyusunan RPP.
Kepala sekolah perlu mendorong guru untuk memanfaatkan alat-alat peraga yang ada di sekolah.
Kepala sekolah mengadakan supervise / kunjungan kelas.
Kepala sekolah perlu mengadakan bimbingan pembelajaran pada guru.

3.     Standar Kompetensi Lulusan
Gambar 3. Standar Kompetensi Lulusan
Keterangan :
3.1.    Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
3.1.1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL
3.1.2. Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri
3.1.3. Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi
3.2.    Peserta didik dapat mengem-bangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.1. Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik
3.2.2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup
3.2.3. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima
Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat bahwa :
SDN Tegalharjo No. 187 Jebres Surakarta telah menunjukkan hasil yang baik. SDN Tegalharjo 187  telah mencapai hasil yang baik pada komponen Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL (3.1.1) dan pada komponen Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik (3.2.1), sehingga sekolah perlu melaksanakan :
Sekolah perlu menaikkan SKL
Sekolah memberikan sosialisasi tentang sopan santun (spiritual building) dengan keteladanan para guru.

Sekolah mengimplementasikan PBKB kedalam setiap Mapel maupun pengembangan diri.

Namun masih ada beberapa komponen yang perlu dibenahi diantaranya pada komponen Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri (3.1.2),pada komponen Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi (3.1.3), pada komponen Sekolah mengembangkan keterampilan hidup (3.2.2), dan pada komponen Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima ( 3.2.3). Maka sekolah perlu meningkatakn komponen-komponen ini agar lebih baik lagi dengan melaksanakan kegiatan :
Guru perlu memotivasi peserta didik untuk bertanggung jawab pada tugasnya.
Guru perlu menanamkan pentingnya kedisiplinan pada peserta didik.
Sekolah / guru memberikan penghargaan kepada anak yang terajin.
Sekolah kami menyediakan beragam kegiatan dan program keterampilan hidup sebagai bekal kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
Sekolah memberikan kesempatan beribadah kepada peserta didik (bagi yang beragama Islam menjalankan sholat berjamaah di sekolah, sedangkan yang beragama Kristen melakukan ibadat pagi dan kegiatan peringatan hari besar agama Islam maupun Kristen).





4.     Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan
Gambar 4. Standar Pendiidk dan Tenaga Kependidikan
Keterangan :
4.1.    Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.1.1. Jumlah pendidik memenuhi standar
4.1.2. Jumlah tenaga kependidikan memenuhi standar
4.2.    Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.2.1. Kualifikasi pendidik memenuhi standar
4.2.2. Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi standar
4.3.    Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai
4.3.1. Kompetensi pendidik memenuhi standar
4.3.2. Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi standar

Berdasarkan gambar 4 dapat dilihat bahwa :
SDN Tegalharjo No. 187 Surakarta telah menunjukkan hasil yang cukup namun masih berada dibawah standar SNP. Sehingga  sekolah masih perlu melaksanakan :
Sekolah berusaha meningkatkan kwalitas pembelajaran dengan kelengkapan personil tenaga pendidik dan kependidikan
Sekolah mengusulkan tambahan guru agama Katholik yang statusnya menginduk di sekolah kami.
Sekolah perlu mengikuti kursus-kursus untuk menambah wawasan bagi tenaga kependidikan.
Kepala sekolah member kesempatan kepada guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik S1 untuk segera melanjutkan kuliah.
Sekolah mengusulkan untuk mendapat tenaga perpustakaan dan TU yang memenuhi syarat kualifikasi yaitu D2 atau S1
Perlu penambahan Tenaga Administrasi.
Kepala sekolah member kesempatan kepada guru untuk mengikuti seminar-seminar dalam rangka mengikuti perkembangan pendidikan.
Kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan kuliah minimal S1.
Sekolah berusaha memberikan kesempatan kepada tenaga perpustakaan dan TU untuk menempuh pendidikan yang relevan.
Meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

5.     Standar Sarana Prsarana
Gambar 5. Standar Sarana Prasarana
Keterangan :
5.1.    Sarana sekolah sudah memadai
5.1.1. Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya
5.1.2. Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar
5.1.3. Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran
5.2.    Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik
5.2.1. Pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar
5.2.2. Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus

Berdasarkan gambar 5 dapat dilihat bahwa :
SDN Tegalharjo No. 187 Jebres Surakarta telah menunjukkan hasil yang baik pada komponen komponen pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar (5.2.1). Sehingga sekolah perlu meningkatkan :
Biaya pemeliharaan, pengecatan diambilkan dari dana BOS, besar biaya tercantum dalam nota / kwitansi dan buku pengeluaran / laporan KU.
Tetapi masih terdapat beberapa komponen yang masih kurang baik diantaranya pada komponen  Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya(5.1.1), Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran (5.1.3), dan Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus (5.2.2) dan ada komponen yang jauh dari standar SNP yaitu pada komponen Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar (5.1.2)sehingga pihak sekolah perlu terus meningkatkan komponen-komponen tersebut dengan :
Mengembangkan ruang computer, sarana, ruang tari, UKS, laboratorium dan Mushola
Sekolah masih membutuhkan siswa melalui sosialisasi pendekatan kepada masyarakat.
Sekolah kami mengusahakan penambahan buku paket
Penghijauan dilaksanakan dengan cara para siswa membawa tanaman dari rumah.
Tempat parker, pagar dan pintu masih menunggu bantuan dari pemerintah atau donatur.

6.     Standar Pengelolaan
Gambar 6. Standar Pengelolaan
Keterangan :
6.1.    Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak
6.1.1. Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan
6.1.2. Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas
6.2.    Rencana kerja sekolah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasiakan dengan baik
6.2.1. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan
6.2.2. Sekolah mensosialisasikan  rencana kerja yang berbasis tujuan untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan pihak-pihak  yang berkepentingan
6.3.    Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar
6.3.1. Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra)
6.3.2. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar
6.3.3. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar
6.4.    Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid
6.4.1. Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan
6.4.2. Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses
6.5.    Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan
6.5.1. Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
6.5.2. Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional
6.6.    Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah
6.6.1. Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis
6.6.2. Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademis

Berdasarkan gambar 6 dapat dilihat bahwa :
SDN Teglharjo No. 187 telah menunjukkan hasil yang cukup baik pada komponen Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan (6.1.1), Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar (6.3.3), Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses (6.4.2), Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional (6,5,2), Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis (6.61) dan Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademis (6.6.2), sehingga pihak sekolah perlu meningkatkan :

Sekolah perlu merevisi Visi dan Misi secara berkala disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah.
Sekolah memfasilitasi guru untuk membuat Silabus, RPP, Program perbaikan dan Pengayaan dan analisa nilai
Sekolah perlu menambah tempat penyimpanan arsip / dokumen agar seluruh dokumen terpelihara dengan baik.

Sekolah perlu menggunakan website secara optimal.

Sekolah perlu melaporkan hasil evaluasi dari Kepala Sekolah kepada Komite Sekolah di akhir semester.

Sekolah perlu memberikan penghargaan kepada semua guru untuk meningkatkan kinerjanya.

Sekolah perlu menggali dana dari sumber lain ( di luar BOS, Pendamping BOS, dan BPMKS ).

Namun, di SDN Tegalharjo No. 187  juga ada komponen yang belum mencapai standar SNP yaitu komponen pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas (6.1.2), komponen sekolah merumuskan encana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan (6.2.1) dan komponen sekolah mensosialisasikan  rencana kerja yang berbasis tujuan untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan pihak-pihak  yang berkepentingan (6.2.2), Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra) (6.3.1) , Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar(6.3.2) dan Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan (6.5.1) . Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari sekolah dan ditingkatkan dengan cara :
Sekolah perlu memajang / mempublikasikan laporan penggunaan bantuan.
Sekolah kami perlu menyusun rencana kerja dengan melibatkan semua komponen sekolah.
Kepala sekolah perlu mengadakan rapat dan melibatkan orang tua murid dalam penyusunan program kerja tahunan.
Kepala sekolah perlu mensosialisasikan program rencana kerja kepada seluruh warga sekolah.
Sekolah telah memajang RKAS
Kepala sekolah melakukan pemantauan terhadap kinerja guru melalui supervisi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Sekolah perlu mengikutkan guru dalam pelatihan multimedia agar dapat mengoperasikan komputer dan internet.
Sekolah perlu member kesempatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan profesinya lewat penataran, seminar ataupun workshop.
Sekolah perlu meningkatkan keterlibatan orang tua dalam kegiatan akademis dan non akademis.

7.     Standar Pembiayaan
Gambar 7. Standar Pembiayaan
Keterangan :
7.1.    Sekolah merencanakan keuangan sesuai standar
1.1.1. Anggaran sekolah dirumuskan merujuk Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota
1.1.2. Perumusan RAPBS melibatkan Komite sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan
1.1.3. Penyusunan rencana keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel
1.1.4. Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan
7.2.    Upaya sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya
1.2.1. Sekolah  memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri
1.2.2. Sekolah membangun jaringan kerja dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri setempat
1.2.3. Sekolah memelihara hubungan dengan alumni
7.3.    Sekolah menjamin kesetaraan akses
1.3.1. Sekolah melayani siswa dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk siswa dengan kebutuhan khusus
1.3.2. Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi


Berdasarkan gambar 7 dapat dilihat :...
bahwa SDN Tegalharjo No. 187 telah menunjukkan hasil yang baik, diantaranya Anggaran sekolah dirumuskan merujuk Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota (7.11), Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan (7.14), Sekolah  memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri (7.2.1), Sekolah melayani siswa dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk siswa dengan kebutuhan khusus (7.3.1), sehingga langkah- langkah untuk meningkatknnya dengan :
Sekolah perlu menggali dana dari sumber lain ( di luar BOS, Pendamping BOS, dan BPMKS ).
Sekolah membuat laporan pertanggung jawaban sesuai dengan asal sumber keuangan.
Sekolah perlu menggali dana dari sumber lain.
Sekolah perlu menggali dana di luar BOS dan BPMKS dengan cara mengajukan proposal ke instansi-instansi terkait.
Sedangkan komponen yang berada di bawah standar SNP adalah Penyusunan rencana keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel (7.1.3), Sekolah membangun jaringan kerja dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri setempat(7.2.2), Sekolah memelihara hubungan dengan alumni (7.2.3), dan Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi (7.3.2) untuk meningkatkan komponen ini :
Sekolah kami perlu melibatkan Komite Sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan serta Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam penyusunan RAPBS / RKAS.
Sekolah perlu melibatkan semua komponen sekolah dalam penyusunan rencana keuangan sekolah.
Sekolah perlu menjalin kemitraan dengan dunia usaha / dunia industri untuk mendapatkan bantuan dana / sarana prasarana.
Sekolah perlu menggali dana dari pihak lain di luar BOS dan BPMKS.
Sekolah perlu mengadakan pendataan alumni secara relevan.
Sekolah perlu menjalin komunikasi yang baik dengan alumni untuk membantu perencanaan program kerja sekolah.
Sekolah perlu mengadakan pendekatan kepada wali murid yang mampu agar bersedian memberikan bantuan sesuai proposal yang kami ajukan.
8.     Standar Penilaian
Gambar 8. Standar Penilaian
Keterangan :
1.1.    Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik
1.1.1. Guru menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian kompetensi peserta didik
1.1.2. Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian termasuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
1.1.3. Guru melaksanakan penilaian secara teratur berdasarkan rencana yang telah dibuat
1.1.4. Guru menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar peserta didik
1.2.    Penilaian berdampak pada proses belajar
1.2.1. Guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan pada peserta didik
1.2.2. Guru menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
1.3.    Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka
1.3.1. Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran  pada setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan
1.3.2. Sekolah melibatkan orangtua peserta didik dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa
Berdasarkan gambar 8 dapat dilihat bahwa :
SDN Tegalharjo No. 187 Jebres Surakarta telah menunjukkan hasil yang baik. Sebagian besar komponen di SDN Tegalharjo No. 187 telah mencapai hasil yang baik/sesuai SNP yaitu komponen guru melaksanakan penilaian secara teratur berdasarkan rencana yang telah dibuat (8.1.3), Guru menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar peserta didik (8.1.4) komponen guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan pada peserta didik (8.2.1), komponen guru menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran (8.2.2), Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran  pada setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan(8.3.1) dan komponen sekolah melibatkan orangtua peserta didik dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa (8.3.2), sehingga sekolah perlu :
Guru perlu melaksanakan penilaian secara rutin dan berkala.

Kepala sekolah perlu memeriksa administrasi guru secara rutin dan berkala.

Sekolah perlu memberikan laporan kepada orang tua melalui buku penghubung.

Guru menerapkan berbagai bentuk, teknik dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan peserta didik.

Sekolah sudah membuat buku penghubung antara sekolah dan orang tua sehingga orang tua selalu mengetahui perkembangan belajar siswa.

Kepala sekolah perlu mengarahkan guru untuk memberikan masukan dan komentar pada buku ulangan dan nilai raport.

Kepala sekolah perlu membimbing guru dalam penyusunan kalimat yang spesifik pada catatan buku raport.

Guru mengadakan remidi bagi siswa yang belum memenuhi nilai KKM.

Guru mengadakan pengayaan bagi siswa yang sudah memenuhi nilai KKM.

Sekolah mewajibkan orang tua untuk mengambil hasil belajar siswa / raport tanpa mewakilkan.

Sekolah perlu membuat daftar hadir pengambilan raport.

Sekolah perlu membuat daftar penerimaan dan pengembalian raport.

Guru harus berhati-hati dan teliti dalam memberikan penilaian di buku raport peserta didik.

Namun terdapat komponen yang masih perlu diperhatikan seperti pada komponen Guru menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian kompetensi peserta didik (8.1.1), dan komponen Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian termasuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (8.1.2)Untuk meningkatkan komponen tersebut maka SDN Tegalharjo No. 187 akan melaksanakan
Sekolah perlu mengembangkan instrumen penilaian
Sekolah perlu mensosialisasikan KKM dan persyaratan penguasaan minimal kepada peserta didik maupun orang tua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar